Dalam penulisan
ini, kami akan mengemukakan pendapat/ ide yang berkaitan dengan telematika yang
berjudul “Perancangan Konsep Sistem Angkutan Umum yang Terdistribusi”. Tujuan
pada perancangan konsep ini dikarenakan
tidak terdistribusinya angkutan umum di Indonesia, khusus nya DKI Jakarta. Yang
mengakibatkan kemacetan, kurangnya keamanan, dan kenyamanan. Kaitannya dengan
penjelasan tersebut, kami akan merubah opini publik mengenai transportasi umum
yang di sebagian orang dicap dengan konotasi negatif, menjadi tertarik
menggunakan transportasi umum.
Kita tahu,
kondisi transportasi umum saat ini misalnya angkutan umum yang beroperasi
sembarangan dan tidak terdistribusi, dimana supirnya sendiri banyak yang supir
tembak. Dengan kondisi yang seperti itu, masyarakat jelas lebih memilih
kendaraan pribadi daripada angkutan umum, dan tentu saja berakibat pada lalu
lintas yang semakin padat.
Konsep
perancangan sistem kami berupa:
1.
Pembayaran
menggunakan E-card/ Smart-Card.
Pembayaran/
transaksi ongkos menaiki angkutan umum dilakukan di halte angkutan umum
tersebut untuk memfasilitsai masyarakat agar tidak perlu susah-susah mencari
uang pas untuk membayar ongkos angkutan umum.
2.
Naik
dan Turun penumpang hanya pada halte khusus untuk angkutan.
Halte
yang di gunakan untuk meminimalisir kemacetan di jalan raya dan memfasilitasi
masysrakat untuk menunggu di tempat yang lebih aman dan nyaman, angkutan tidak
akan terbuka pintunya jika menaikan penumpang selain di halte angkutan.
3.
Sistem
penggajian dari pemerintah/ swasta (Tidak kejar setoran).
Agar
supir angkutan terjamin keklayakan mengendari angkutan dan gaji yang di berikan
pada supir angkutan terkoordinasi, sistem ini akan di berikan training sebelum
mereka dapat izin mengendarai angkutan.
4.
Memiliki
jam operasi yang sudah ditentukan.
Dengan
adanya jam operasi yang sudah ditentukan, angkutan umum yang beroperasi tidak
terlalu banyak di jalan. Dengan demikian angkutan umum yang beroperasi akan
lebih efektif, tidak ada lagi angkutan umum yang beroperasi tanpa penumpang,
sehingga lalu lintas tidak dipenuhi oleh angkutan umum yang tidak memiliki
penumpang.
5.
Kendaraan
yang memenuhi standar angkutan umum yang baik.
Jika
kendaraan memenuhi standar yang baik, maka akan lebih memikat masyarakat untuk
memilih angkutan umum sebagai transportsasi sehari-hari daripada menggunakan
kendaraan pribadi.
Kami harap ide
kami ini dapat didengar oleh pemerintah. Kami sangat berharap perubahan yang
terjadi bagi angkutan umum di Indonesia lebih baik lagi, dan juga tentunya paradigma
tentang transportasi umum akan lebih baik di mata masyarakat.
Siapa yang
tidak ingin melihat lalu lintas lancar seperti ini?













