Pada
hari itu aku sedang duduk termenung dan melihat ke langit. Betapa indah
ciptaanmu tuhan. Aku selalu dibuat terkagum-kagum dengan semua ciptaanmu.
Betapa indah semua yang telah kau ciptakan di bumi dan di langit. Aku selalu
bersyukur dengan semua rahmat yang kau berikan.
Tak
lama kemuadian ibuku nemanggil..
“musa…” (itulah namaku)
“iya bu’… Ada apa?”
“ibu mau minta tolong nak…”
“minta tolong kenapa bu?..
“tolong belikan ibu gula di kios pak edo nak..”
“oohhh iya bu.. Siap laksanakan..” sambil sedikit bercanda..
“musa…” (itulah namaku)
“iya bu’… Ada apa?”
“ibu mau minta tolong nak…”
“minta tolong kenapa bu?..
“tolong belikan ibu gula di kios pak edo nak..”
“oohhh iya bu.. Siap laksanakan..” sambil sedikit bercanda..
Aku pun
bergegas pergi.. Tapi sebelum aku keluar dari pintu rumah.. Ibu kembali
memanggil ku..
“musa.. musa… Tunggu ibu..” Sambil berteriak mengejarku..
“ada apa bu’? Kenapa begitu tergesagesa?”
“ibu mau bilang jangan lama nak.. Soalnya ibu mau pake cepat.”
Dengan sedikit kaget aku menjawab. “aaah.. Ibu kirain ada apa.. Iya ibu saya akan cepat..”
“musa.. musa… Tunggu ibu..” Sambil berteriak mengejarku..
“ada apa bu’? Kenapa begitu tergesagesa?”
“ibu mau bilang jangan lama nak.. Soalnya ibu mau pake cepat.”
Dengan sedikit kaget aku menjawab. “aaah.. Ibu kirain ada apa.. Iya ibu saya akan cepat..”
Setelah
itu aku pun pergi dengan tergesa gesa.. Dengan sangat cepat aku berlari.. Angin
yang bertiup sedikit dingin membuatku semangat.. Tak lama aku telah sampai di
kios pak edo..
“assalamuallaikum..”
Dengan sedikit kaget pak edo berteriak..
“wa.. Walaikumsalam.. Ternyata kamu mus..”
“iyaahh pak.. Saya mau beli gula pak..”
“ooohh.. Tunggu sebentar..”
“assalamuallaikum..”
Dengan sedikit kaget pak edo berteriak..
“wa.. Walaikumsalam.. Ternyata kamu mus..”
“iyaahh pak.. Saya mau beli gula pak..”
“ooohh.. Tunggu sebentar..”
“dan..
Ini gulanya..”
“iyaahh makasih pak… Saya pulang dulu pak..”
“iya dan hati hati..”
“iyaahh makasih pak… Saya pulang dulu pak..”
“iya dan hati hati..”
Tak
lama kemuadian suara gemuruh yang sangat keras terdengar dari langit.. Awan
putih pun seketika berubah menjadi gelap.. Ketika mendengar suara itu aku
terdiam sejenak dan melihat ke arah langit.. Aku pun mulai terpaku kembali..
Dengan maha kuasanya tuhan.. Seketika aku tersentak merasa sedikit kaget dan
melihat gula di tangan kanan ku..
“oohh iyaa.. Ibu kan menyuruh ku cepat..”
Aku pun berlari sekencang kencangnya.. Dengan cuaca yang sedikit mendung.. Seakan runtuhan hujan mengejarku..
“oohh iyaa.. Ibu kan menyuruh ku cepat..”
Aku pun berlari sekencang kencangnya.. Dengan cuaca yang sedikit mendung.. Seakan runtuhan hujan mengejarku..
Setelah
sampai ke rumah..
“assallamualaikum bu..”
“wa.. Wa.. Wa…” tak sempat menjawab
“bu bu ini gulanya..” dengan wajah yang tergesagesa
“walaikumsalam” sedikit kaget
“assallamualaikum bu..”
“wa.. Wa.. Wa…” tak sempat menjawab
“bu bu ini gulanya..” dengan wajah yang tergesagesa
“walaikumsalam” sedikit kaget
Aku pun
lari ke depan teras rumahku dan melihat air yang turun dari langit yang begitu
teratur.. Aku tersipu kagum dengan semua itu.. Sungguh indah.. Hujan pun
seketika berhenti dengan cepat.. Aku pun turun ke luar rumah sambil menatap
sekitarku yang telah basah oleh siram hujan.. Cahaya matahari pun keluar dengan
malu-malu dan melihat warna-warna yang tersusun rapi di langit.. “itu pelangi”
aku pun semakin terpukau.. “ya tuhan apakah ini yang disebut dengan keindahan
langit.. Betapa besar kekuasaanmu tuhan.. Aku bersyukur bisa dilahirkan seperti
ini yang masih bisa menjadi saksi kebesaran mu tuhan.. Terimah kasih atas
keindahan langitmu hari ini..











