POKOK PEMBAHASAN
1. SDI Sebagai Salah Satu Ilmu MKDU.
2. Penduduk Masyarakat Dan Budaya.
Menghadapi
masalah-masalah dalam penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi, demikian pula
untuk memenuhi tutuntutan masyarakat dan negara , maka diselenggarakan
program-program pendidikan umum. Tujuan
pendidikan umum di perguruan tinggi adalah :
1.
Sebagai
usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa agar mampu berperan sebagai
anggota masyarakat dan bangsa serta agama
2.
Untuk
menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah-masalah dan kenyataan-kenyataan
sosial yang timbul di dalam masyarakat Indonesia
3.
Memberikan
pengetahuan dasar kepada mahasiswa agar mereka mampu berpikir secara
interdisipliner, dan mampu memahami pikiran para ahli berbagai ilmu
pengetahuan, ...
Tujuan Ilmu sosial dasar
Secara khusus mata kuliah dasar umum bertujuan
untuk menghasilkan warga Negara sarjana yang :
- Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan
serta tindakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai pancasila dan
memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan kepentingan
nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia
- Taqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, bersikap
dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya dan memiliki toleransi
terhadap pemeluk agama lain
- Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan
integral didalam menyikapi permasalahan
kehidupan baik sosial, politik maupun pertahanan keamanan
- Memiliki wawasan budaya yang luas tentang
kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama mampu berperan serta
meingkatkan kualitassnya, maupun lingkungan alamiahnya dan secara
bersama-sama berperan serta didalam pelestariannya.
Latar
belakang ISD
Latar belakang diberikannya
ISD adalah banyaknya kritik yang ditujukan pada sistem pendidikan kita oleh
sejumlah para cendikiawan, terutama sarjana pendidikan, sosial dan kebudayaan.
Mereka menganggap sistem pendidikan kita berbau colonial, dan masih merupakan
warisan sistem pendidikan Pemerintah Belanda, yaitu kelanjutan dari politik
balas budi yang dianjurkan oleh Conrad Theodhore van Deventer.
3
kemampuan yang di harapkan
Pendidikan tinggi diharapkan dapat menghasilkan
sarjana-sarjana yang mempunyai seperangkat pengetahuan yang terdiri atas.
- Kemampuan
akademis; adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara
ilmiah, baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisis, maupun
berpikir logis, kritis, sitematis, dan analitis, memiliki kemampuan
konsepsional untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang dihadapi,
serta mampu menawarkan alternative pemecahannya
- Kemampuan
professional; adalah kemampuan dalam bidang profesi
tenaga ahli yang bersangkutan. Dengan kemampuan ini, para tenaga ahli
diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam bidang
profesinya.
- Kemampuan
personal ; adalah kemampuan kepribadian. Dengan
kemampuan ini para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga
mampu menunjukkan sikap, dan tingkah laku, dan tindakan yang mencerminkan kepribadian Indonesia,
memahami dan mengenal nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan, dan
kenegaraan, serta memiliki pandangan yang luas dan kepekaan terhadap
berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.
ilmu
sosial dasar adalah usaha yang
diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang
konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar daya
tanggap, persepsi , dan penalaran mahaiswa dalam menghadapi lingkungan
sosialnya dapat ditingkatkan sehingga
kepekaan mahasiswa pada lingkungnan sosialnya dapaat menjadi lebih besar.
3
kelompok ilmu pengetahuan
Ilmu pengetahuan dikelompokkan dalam 3 kelompok besar yaitu :
- Ilmu-ilmu
Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui
keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji
hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum
yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis
untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian
digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil
penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah
- Ilmu-ilmu
sosial ( social scince ) . ilmu-ilmu sosial bertujuan
untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara
manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman
dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya
mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara
manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
- Pengetahuan
budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami
dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk
mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan
kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengertian masalah sosial
. Menurut
para ahli, masalah sosial adalah suatu kondisi atau perkembangan yang
terwujud dalam masyarakat yang berdasarkan atas studi, mempunyai sifat yang
dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara
keseluruhan..
Contoh
masalah sosial
pedagang
kaki lima. Menurut definisi umum, pedagang kaki lima bukan masalah sosial
karena merupakan upaya mencari nafkah untuk kelangsungan hidupnya, dan
pelayanan bagi warga masyarakat pada taraf ekonomi tertentu. Sebaliknya para
ahli perencanaan kota menyatakan pedagang kaki lima sebagai sumber kekacauan
lalu lintas dan peluang kejahatan. Batasan lebih tegas lagi dikemukakan oleh
Leslie (1974) yang disitat oleh Parsudi (1981), bahwa masalah sosial adalah
suatu kondisi yang mempunyai pengaruh kepada kehidupan sebagian besar warga
masyarakat sebagai sesuatu yang tidak diinginkan atau tidak disukai, oleh
karena itu dirasakan perlunya untuk
diatasi atau diperbaiki.
Penduduk,
Masyarakar dan kebudayaan .
1.Pengertian penduduk :penduduk adalah sekelompok manusia yang bermukim dalam suatu
wilayah tertentu dalam waktu tertentu pula.
2. Pengertian masyarakat : masyarakat adalah
bermukim nya suatu penduduk dalam suatu wilayah dan terbentuk nya masyarakat di
wilayah tersebut.
3. Pengertian kebudayaan : adalah hasil budi daya manusia, ada yang mendefinisikan sebagai
semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan
teknologi dan kebudayaan kebendaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan
nilai untuk mengatur kehidupan dan cipta merupakan kemampuan berpikir dan
kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan.
Keterkaitan
nya penduduk, masyarakat dan kebudayaan : Bermukimnya penduduk dalam suatu wilayah tertentu dalam
waktu yang tertentu pula, memungkinkan untuk terbentuknya masyarakat di wilayah
tersebut. Ini berarti masyarakat akan terbentuk bila ada penduduknya sehingga
tidak mungkin akan ada masyarakat tanpa penduduk, masyarakat terbentuk karena
penduduk . Demikian pula hubungan antara masyarakat dan kebudayaan, ini
merupakan dwi tunggal, hubungan dua yang satu dalam arti bahwa kebudayaan
merukan hasil dari suatu masyarakat, kebudayaan hanya akan bisa lahir, tumbuh
dan berkembang dalam masyarakat.
Permasalahan
penduduk : ada dua persoalan pokok, yaitu
bahwa bahan makanan adalah penting untuk kehidupan manusia dan nafsu manusia
tidak dapat ditahan karena manusia sebagai mahluk hidup yang akan selalu berusaha agar mempunyai
keturunan. Oleh karna itu penduduk dunia meningkat sangat pesat dan tidak
seimbang nya bahan makanan dengan penduduk nya yang mengakibatkan permasalahan
penduduk .
Rumusan angka
kelahiran :
CBR= jumlah
kelahiran/jumlah penduduk X 1000
Pengertian angka kelahiran : Angka
Kelahiran Adalah angka yang menunjukkan jumlah kelahiran dari setiap 1000 orang
penduduk per tahun. Terdiri dari Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate/CBR)
dan Angka Kelahiran Menurut Umur (Age Specific Birth Rate/ASBR)
Dinamika penduduk : adalah penduduk menunjukkan
adanya factor perubahan dalam hal jumlah penduduk yang disebabkan oleh adanya
pertumbuhan penduduk. Penduduk bertambah tidak lain karena adanya unsur lahir,
mati, datang dan pergi dari penduduk itu sendiri. Karena keempat unsur tersebut
maka pertambahan penduduk dapat dihutung
dengan cara : pertambahan penduduk = ( lahir – mati) + ( datang – pergi ).
Pertambahan penduduk alami karena diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian
. Unsur penentu dalam pertambahan
penduduk adalah tingkat fertilitas dan mortalitas
3 piramid
penduduk :
A.
Pyramid
penduduk muda
B.
Pyramid
penduduk tua
C.
Dan
pyramid penduduk stasioner
Penjelasan
ketiga pyramid
-
Piramida penduduk muda yaitu penduduk dalam pertumbuhan, alasannya
lebih besar dan ujungnya runcing, jumlah kelahiran lebih besar dari jumlah
kematian
-
Piramida stasioner, disini keadaan penduduk usia
muda, usia dewasa dan lanjut usia seimbang, pyramid penduduk stasioner ini
merupakan idealnya keadaan penduduk suatu Negara
-
Piramida penduduk tua, yaitu piramida pendduk yang
menggambarkan penduduk dalam kemunduran, pyramid ini menunjukkan bahwa penduduk
usia muda jumlanya lebih kecil dibandingkan dengan penduduk dewasa, hal ini
menjadi masalah karena jika ini berjalan terus menerus memungkinkan penduduk
akan menjadi musnah karena kehabisan. Disini
angka kelahiran lebih kecil dibandingkan angka kematian.
Persebaran penduduk : adalah
perpindahan seseorang ketempat yang lebih baik seperti perkotaan, daerah tempat
pemeritahan, daerah perdagangan dan sebagai nya… Dari
prinsip itulah kemudian terjadi
perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain.
Resiko ketergantungan : adalah perbandingan antara
jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun
keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio
ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio Ketergantungan Muda dan
Rasio Ketergantungan Tua.
1. Rasio Ketergantungan Muda adalah perbandingan
jumlah penduduk umur 0-14 tahun dengan jumlah penduduk umur 15 - 64 tahun.
2. Rasio Ketergantungan Tua adalah
perbandingan jumlah penduduk umur 65 tahun ke atas dengan jumlah penduduk di usia
15-64 tahun
Penduduk muda berusia
dibawah 15 tahun umumnya dianggap sebagai penduduk yang belum produktif karena
secara ekonomis masih tergantung pada orang tua atau orang lain yang
menanggungnya. Selain itu, penduduk berusia diatas 65 tahun juga dianggap tidak
produktif lagi sesudah melewati masa pensiun. Penduduk usia 15-64 tahun, adalah
penduduk usia kerja yang dianggap sudah produktif. Atas dasar konsep ini dapat
digambarkan berapa besar jumlah penduduk yang tergantung pada penduduk usia
kerja. Meskipun tidak terlalu akurat, rasio ketergantungan semacam ini
memberikan gambaran ekonomis penduduk dari sisi demografi.
Pengertian
kebudayaan : kebudayaan semua
hasil dari karya, rasa dan cipta
masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi . agar kekuatan serta
hasilnya dapat diabdikan untuk kepntingan masyarakat. Rasa yang meliputi
jiwa manusia mewujudkan sega norma dan nilai masyarakat yang perlu untuk
mengatur masalah-masalah kemasarakatan
alam arti luas., didalamnya termasuk, agama, ideology. cipta
merupakan kemampuan mental, kemampuan piker dari orang yang hidup
bermasyarakat dan yang antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu
pengetahuan.
Penjelasan 7 unsur
kebudayaan :
A.
Unsur agama : agama adalah kepercayaan yang di
miliki manusia untuk menyembah sangpencipta dan memohon pertolongan kepada nya
.
B.
Sistem kemasyarakatan : atau system kekerabatan dalam suatu
masyarakat . hal ini sangat penting untuk bersosialisai dengan masyarakat lain
nya.
C.
Mata pencarian : pencarian merupakan salah satu unsur
kebudayaan yang tercipta demi memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.
D.
Sistem peralatan :
merupakan salah satu dari kebudayaan yang di ciptakan oleh manusia untuk
mempermudah suatu perkerjaan manusia tersebut.
E.
System bahasa : alat
yang digunakan masyarakat untuk saling berkomunikasi antar satu dengan yang lain.
F.
Ilmu pengetahuan :
dengan ada nya ilmu pengetahuan dalam masyarakat maka kemampuan manusia akan
bertambah dalam menjalankan kehidupan .
G.
Kesenian : merupakan
hasil budaya yang di ciptakan manusian untuk dapat di denganr diliahat dan
dinikmati keindahan nya .
- Wujud kebudayaan : Wujud sebagai suatu
kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan dan sejenisnya. Ini merupakan
wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, lokasinya ada dalam pikiran
masyarakat dimana kebudayaan itu hidup
- Kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas
kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat
- Kebudayaan
sebagai benda hasil karya manusia
Perubahan kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari
para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah
kebudayaan itu. Perubahan
itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau
karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan
yang statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami
perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah
kebudayaan tersebut.
Petumbuhan
dan perkebangan kebudayaan di Indonesia : Pada abad ke-3 dan je-4 agama
Hindu masuk atau tumbuh ke Indonesia khususnya ke pulau jawa. Perpaduan atau
akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu yang berasal dari
India itu berlangsugn luwas dan mantap. Sekitar abad ke 5, ajaran Budha atau
budhisme masuk ke Indonesia, khususnya ke pulau Jawa. Agama/ajaran budha dapat
dikatakan berpandangan lebih maju atau berkembang dari pada hindu, sebab
Budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyarakat.
4 macam norma :
. Norma Agama :
Adalah suatu norma yang berdasarkan ajaran suatu agama. Norma ini mengharuskan
ketaatan para penganutnya. Apabila seseorang tidak memiliki iman dan keyakinan
yang kuat, orang tersebut cenderung melanggar norma-norma agama.
. Norma Kesusilaan : Norma ini didasarkan pada hati nurani atau
ahlak manusia. Melakukan pelecehan seksual adalah salah satu dari pelanggaran
dari norma kesusilan.
Norma Kebiasaan : Folkways
diartikan sebagai perbuatan yang berulang-ulang dalam bentuk yang sama, yang
diikutinya kurang berdasarkan pelikiran dan mendasarkan pada kebiasaan atau
tradisi; misal nya tradisi mudik setelah
lebaran
Norma Hukum : Adalah himpunan petunjuk hidup atau
perintah dan larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat . Sangsi
norma hukum bersifat mengikat dan memaksa.
Contoh perbuatan yg melenceng dari norma asusiala dlm masyarakat : wanita hamil tidak mempunyai suami, ia adalah profil
seseorang yang telah melanggar adat/kebisaaan suatu keluarga, masyarakat, dan
bangsa pada umumnya. Budaya/adat istiadat keluarga, masyarakat, dan bangsa
Indonesia yang berakar dari ajaran agama, tidak membenarkan dan tidak metolelir
hal semacam itu. Jika terjadi semacam itu, baik oleh lingkungan keluarga maupun
masyarakat, orang itu akan dikucilkan, dicibir, direndahkan harkatnya.
8 pranata sosial yang ada di masyarakat :
1) Pranata kekeluargaan : ialah pranata yang bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan kehidupan kekerabatan. Misalnya, pelamaran, perkawinan, poligami,
pengasuh anak, dan perceraian.
2) Pranata ekonomi : ialah pranata yang bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan hidup, memproduksi, menimbun, dan mendistribusi harta dan benda.
Misalnya, pertanian, peternakan, pemburuan, industri, koperasi, dan penjualan.
3) Pranata pendidikan : ialah pranata yang bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan penerangan dan pendidikan manusia supaya menjadi anggota masyarakat
yang berguna. Misalnya, pengasuhan anak-anak, pendidikan rakyat, pendidikan
menengah, pendidikan tinggi, pemberantasan buta huruf, pendidikan agama, pers,
dan perpustakaan umum.
4) Pranata ilmiah : ialah pranata yang bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan ilmiah manusia dan menyelami alam semesta. Misalnya, metode ilmiah
dan penelitian pendidikan ilmiah.
5) Pranata keindahan : dan
rekreasi ialah pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia
menyatakan rasa keindahan dan untuk rekreasi. Misalnya, seni rupa, seni suara,
seni gerak, seni drama, kesusastraan, dan olahraga.
6) Pranata keagamaan ialah pranata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan
manusia untuk berhubungan dengan Tuhan atau dengan alam gaib. Misalnya, mesjid,
gereja, doa, kenduri, upacara keagamaan, penyiaran agama, pantangan, dan ilmu
gaib.
7) Pranata pemerintahan : ialah pranata yang bertujuan untuk mengatur
kehidupan berkelompok secara besar-besaran atau kehidupan bernegara. Misalnya,
pemerintahan, demokrasi, kehakiman, kepartaian, kepolisian, dan ketentaraan.
8) Pranata kesehatan jasmaniah ialah pranata yang bertujuan untuk
mengurus kebutuhan jasmani manusia. Misalnya, pemeliharaan kecantikan,
pemeliharaan kesehatan, dan kedokteran.
STUDY KASUS !
Bedah
Masalah Ibu Kota
Kepadatan
Penduduk Jadi Pemicu Kemiskinan
INILAH.COM,
Jakarta - Kepadatan penduduk Ibukota menjadi salah satu permasalahan yang harus
mendapatkan penangganan dari Pemerintah Provinsi. Pasalnya, hingga saat ini
tingkat kepadatan penduduk Jakarta, menjadi pemicu tingkat angka kriminalitas
tinggi dan penyebab kemiskinan.
Data yang didapat INILAH.COM dari Dinas Kominikasi dan Informasi (Diskominfo) DKI Jakarta, berdasar Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Jakarta mencapai 9,61 juta jiwa, terbagi dari penduduk laki-laki sebanyak 4,87 juta jiwa dan perempuan 4,74 juta jiwa.
Sementara itu, laju pertumbuhan penduduk 2000-2010 sebesar 1,4% per tahun (pertumbuhan 1990-2000 = 0,14% per tahun). Diprediksikan jumlah penduduk di Jabodetabek akan terus mengalami trend pertmbuhan. Bahkan tahun 2030 kawasan Jabodetabek akan dihuni oleh sekitar 30 - 35 juta jiwa.
Tingginya jumlah pertumbuhan penduduk di Jakarta, menjadi pemicu tingginya angka kemiskinan yang terjadi. Bahkan seiring angka kemiskinan yang cukup tinggi, tingkat kejahatan serta angka kriminalitas yang terjadi di Ibukota Jakarta pun semakin meningkat pula.
Tidak heran, jika saat ini isu pertumbuhan penduduk menjadi isu yang tak dapat diremehkan dan kian mendesak untuk segara diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi Pemprov DKI Jakarta.
Sebab bagaimana Pemprov bisa mengentaskan kemiskinan dan menekan angka kriminalitas, jika kepadatan pendudukan di Jakarta tidak bisa dikendalikan dengan baik.
Dalam kampanye di tahun 2007 lalu, Gubernur Fauzi Bowo mengatakan dimasa kepemimpinannya, dia akan memrioritaskan penanganan kemiskinan di Jakarta.
Beberapa janji tersebut adalah, mendorong perbaikan kampung bagi permukiman warga miskin, meningkatkan lapangan kerja bagi warga miskin, memerangi kemiskin dan kebodohan dan menjadikan hidup warga Jakarta lebih baik.
Namun sekali lagi, jika masalah pertumbuhan penduduk justru tidak mendapatkan penangganan dengan baik, maka program pengentasan kemiskinan tidak akan terlaksana dengan baik. Begitu juga dengan kejahatan dan tindak kriminalitas akan semakin merajalela.
Data yang didapat INILAH.COM dari Dinas Kominikasi dan Informasi (Diskominfo) DKI Jakarta, berdasar Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Jakarta mencapai 9,61 juta jiwa, terbagi dari penduduk laki-laki sebanyak 4,87 juta jiwa dan perempuan 4,74 juta jiwa.
Sementara itu, laju pertumbuhan penduduk 2000-2010 sebesar 1,4% per tahun (pertumbuhan 1990-2000 = 0,14% per tahun). Diprediksikan jumlah penduduk di Jabodetabek akan terus mengalami trend pertmbuhan. Bahkan tahun 2030 kawasan Jabodetabek akan dihuni oleh sekitar 30 - 35 juta jiwa.
Tingginya jumlah pertumbuhan penduduk di Jakarta, menjadi pemicu tingginya angka kemiskinan yang terjadi. Bahkan seiring angka kemiskinan yang cukup tinggi, tingkat kejahatan serta angka kriminalitas yang terjadi di Ibukota Jakarta pun semakin meningkat pula.
Tidak heran, jika saat ini isu pertumbuhan penduduk menjadi isu yang tak dapat diremehkan dan kian mendesak untuk segara diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi Pemprov DKI Jakarta.
Sebab bagaimana Pemprov bisa mengentaskan kemiskinan dan menekan angka kriminalitas, jika kepadatan pendudukan di Jakarta tidak bisa dikendalikan dengan baik.
Dalam kampanye di tahun 2007 lalu, Gubernur Fauzi Bowo mengatakan dimasa kepemimpinannya, dia akan memrioritaskan penanganan kemiskinan di Jakarta.
Beberapa janji tersebut adalah, mendorong perbaikan kampung bagi permukiman warga miskin, meningkatkan lapangan kerja bagi warga miskin, memerangi kemiskin dan kebodohan dan menjadikan hidup warga Jakarta lebih baik.
Namun sekali lagi, jika masalah pertumbuhan penduduk justru tidak mendapatkan penangganan dengan baik, maka program pengentasan kemiskinan tidak akan terlaksana dengan baik. Begitu juga dengan kejahatan dan tindak kriminalitas akan semakin merajalela.
Sumber :
INILAH.COM












